Gus Fawait Lantik Direksi Baru Perumda Kahyangan, Tekankan Kinerja Berbasis Data -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Gus Fawait Lantik Direksi Baru Perumda Kahyangan, Tekankan Kinerja Berbasis Data

Berita Bersatu
13 Mei 2026

Bupati Jember Gus Fawait melantik 3 direksi baru Perumda Kahyangan di Pendopo Wahyawibawagraha


BERITABERSATU.COM, JEMBER -- Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jajaran direksi baru Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan di Pendopo Wahya Wibawagraha, Rabu (13/5/2026). Pelantikan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memacu kinerja salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) andalan, sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam pembangunan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

 

Tiga nama yang telah ditetapkan dan resmi dilantik memegang tampuk pimpinan baru adalah Gogot Cahyo Baskoro sebagai Direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan, Dima Akhyar menjabat sebagai Direktur Umum dan Keuangan, serta Nyoman Aribowo dipercaya menduduki posisi Direktur Produksi, Pemasaran, dan Pengembangan. Ketiga sosok ini kini memegang kendali penuh arah kebijakan dan operasional perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan, sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Jember.

 

Dalam sambutannya usai prosesi pelantikan, Gus Fawait menyampaikan rasa syukur karena akhirnya Perumda Perkebunan Kahyangan (PDP) telah memiliki pemimpin definitif. Menurutnya, keberadaan pemimpin baru ini sangat dinanti, mengingat posisi strategis yang diemban oleh perusahaan tersebut dalam struktur ekonomi Kabupaten Jember.

 

“Hari ini kita sudah bisa mendapatkan pemimpin bagi PDP, salah satu BUMD yang kita andalkan. Bagi saya, keberadaan PDP ini justru jauh lebih strategis dibandingkan BUMD lainnya. Alasannya sederhana, karena peran PDP tidak hanya sekadar berurusan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) semata. Lebih dari itu, PDP memiliki peran besar sebagai pengungkit ekonomi masyarakat dan instrumen utama dalam program pengentasan kemiskinan,” tegas Gus Fawait.

 

Ia menegaskan, alasan utama mengapa PDP dianggap sangat vital adalah karena wilayah kerja dan operasional perusahaan ini bersentuhan langsung dengan masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah atau kantong-kantong kemiskinan. Perkebunan yang dikelola PDP melibatkan ribuan tenaga kerja dan petani, sehingga kinerja perusahaan akan berdampak langsung pada taraf hidup warga di sekitarnya.

 

“Yang langsung berhubungan dengan banyak masyarakat di kantong-kantong kemiskinan adalah PDP. Jadi, kalau PDP maju dan sehat, otomatis ekonomi warga di sana juga akan ikut membaik. Inilah tanggung jawab besar yang kini ada di pundak ketiga pimpinan baru ini,” tambahnya.

 

Salah satu hal yang menjadi catatan khusus Bupati adalah latar belakang para pemimpin baru tersebut. Gogot, Dima, dan Nyoman diketahui merupakan sosok-sosok yang memiliki rekam jejak sebagai aktivis. Hal ini justru menjadi modal utama sekaligus tantangan tersendiri bagi mereka. Gus Fawait memberikan pesan tegas terkait karakter dan pola kerja yang harus ditunjukkan oleh para mantan aktivis ini di lingkungan birokrasi dan dunia usaha.

 

“Nahkodanya baru, dan ketiganya adalah aktivis. Saya berpesan, seorang aktivis tidak boleh baperan, tidak boleh antikritik. Pola pikirnya harus out of the box, maju ke depan, dan selalu berorientasi pada hasil. Ingat, kinerja itu tidak dibuktikan dengan janji atau kata-kata manis saja, melainkan harus dibuktikan dengan angka-angka dan data yang nyata,” pesan Gus Fawait dengan nada tegas.

 

Gus Fawait mencontohkan keberhasilan pembangunan Kabupaten Jember saat ini yang selalu diukur dengan indikator yang jelas. Menurutnya, kemajuan Jember terbukti dari data pertumbuhan ekonomi yang positif, peningkatan pendapatan daerah, hingga perbaikan indikator kesejahteraan sosial seperti penurunan angka stunting dan Angka Kematian Ibu (AKI) maupun Angka Kematian Bayi (AKB). Prinsip inilah yang wajib diterapkan juga oleh Perumda Kahyangan.

 

“Sama halnya dengan Jember, kemajuan kita dibuktikan dengan angka: pertumbuhan ekonominya baik, pendapatannya baik, angka stunting turun, AKI dan AKB membaik. Itulah yang saya harapkan nanti juga terjadi di PDP. Jangan sampai kinerja kita dinilai hanya berdasarkan persepsi atau sekadar adu kata-kata. Kita harus adu data. Kalau data kita bagus, berarti kinerja kita bagus. Kalau data belum membaik, berarti masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” ujarnya.

 

Ia kembali menegaskan bahwa kepercayaan publik dan pemerintah kepada pengelola perusahaan didasarkan pada bukti nyata, bukan sekadar keyakinan semata. “Jangan cuma mengandalkan keyakinan, tapi tunjukkan realita angka yang jelas. Kalau kita tidak percaya sama data dan fakta, repot juga kita mau percaya sama siapa lagi,” tambahnya.

 

Menyangkut kerangka kerja dan aturan main, Gus Fawait menyebutkan bahwa saat ini sedang digodok revisi Peraturan Daerah (Perda) terkait perubahan badan usaha daerah. Dalam rancangan aturan baru tersebut, terdapat klausul-klausul yang mengatur peluang pengembangan usaha yang lebih luas bagi BUMD. Hal ini dibarengi dengan instruksi agar seluruh elemen perusahaan, termasuk PDP, harus sejalan dan ikut mensukseskan program-program prioritas dari pemerintah pusat, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Gus Fawait melihat program MBG bukan sekadar tugas pelaksanaan, melainkan sebuah peluang bisnis dan pengembangan kapasitas yang sangat besar bagi Perumda Kahyangan.

 

“Terkait perda yang lagi digodok, di dalamnya ada klausul terkait pengembangan usaha lain. Saya jelaskan, seluruh elemen termasuk PDP harus mensukseskan program dari pemerintah pusat, termasuk program MBG ini. Namun ingat, MBG ini sekaligus menjadi peluang emas bagi Jember, termasuk peluang besar bagi PDP. Pasokan bahan baku untuk program tersebut sebagian besar bisa dipenuhi dari hasil bumi kita sendiri,” jelasnya.

 

Oleh karena itu, Bupati berharap dengan adanya revisi Perda BUMD nanti, Perumda Kahyangan memiliki payung hukum yang cukup fleksibel untuk bergerak cepat menangkap peluang-peluang tersebut. Posisi PDP diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana program pemerintah kabupaten saja, tetapi juga menjadi mitra strategis yang ikut mensukseskan program pusat, sekaligus memanfaatkan momen tersebut untuk membesarkan dan mengembangkan kapasitas perusahaan secara maksimal.

 

“Saya berharap nanti dengan adanya revisi perda BUMD mudah-mudahan itu bisa menangkap peluang tersebut. Sehingga PDP nanti bukan cuma memasukkan program kabupaten ke dalam kegiatannya, tapi ikut mensukseskan program pusat dan sekaligus menangkap peluang-peluang bisnis dan pengembangan yang ada di sana demi kemajuan PDP itu sendiri,” pungkas Gus Fawait (Ads/Tahrir)