Bus Buku Kunjungi SMPN 3 Puger, Buka Gerbang Ilmu di Sekolah Pesisir -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Bus Buku Kunjungi SMPN 3 Puger, Buka Gerbang Ilmu di Sekolah Pesisir

Berita Bersatu
21 Mei 2026

 

Siswa SMPN 3 Puger tampak antuasias memilih buku di bus perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jember.


BERITABERSATU.COM, JEMBER - Pagi itu, Valentina Isabel berdiri paling depan di halaman SMP Negeri 3 Puger. Matanya beberapa kali menatap jalan menuju gerbang sekolah yang membelah kawasan pesisir Jalur Lintas Selatan (JLS) Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.


Ia sedang menunggu sesuatu yang jarang datang ke sekolahnya. Sebuah bus penuh buku yang membawa pengetahuan baru.


Tak lama kemudian, suara kendaraan besar terdengar dari kejauhan. Sebuah bus perpustakaan keliling milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember perlahan memasuki halaman sekolah, Rabu (20/5/2026). Suasana yang semula tenang mendadak berubah riuh. Puluhan siswa berlarian kecil mendekat, sebagian saling menunjuk rak-rak buku yang tampak dari balik pintu bus.


Bagi Valentina dan siswa di sekolah pesisir itu, kedatangan perpustakaan keliling bukan sekadar agenda sekolah. Kehadiran bus buku itu terasa seperti membuka gerbang ilmu yang selama ini mereka impikan.


Dengan langkah cepat, siswi itu langsung memilih beberapa buku bacaan sejak layanan dibuka. Jemarinya sibuk membalik halaman demi halaman, sementara teman-temannya mulai memenuhi area layanan baca.


“Saya senang sekali ada perpustakaan keliling datang ke sekolah kami. Bukunya banyak dan menarik. Jadi kami bisa membaca hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah kami temukan,” ujarnya dengan wajah berbinar.


Sekolah yang berada sekitar 43 kilometer dari pusat Kota Jember dengan waktu tempuh hampir satu setengah jam itu memang getol agar mendapatkan kunjungan layanan literasi. Karena itulah, kedatangan Perpustakaan Keliling (Pusling) terasa begitu berarti bagi mereka.


Sebanyak 160 siswa mengikuti layanan tersebut. Tak hanya pelajar, sebanyak 13 guru dan karyawan sekolah juga turut memanfaatkan kegiatan literasi itu.


Sejak bus tiba, siswa bergantian memasuki area layanan sesuai arahan petugas. Mereka bebas memilih beragam koleksi bacaan, mulai dari buku pengetahuan umum, cerita inspiratif, buku pendidikan, hingga bacaan motivasi.


Setelah menemukan buku yang diminati, para siswa membawa buku itu kepada petugas untuk dicatat nomor panggilnya. Di sudut lain, sejumlah mahasiswa magang tampak membantu menata koleksi, mendampingi siswa, hingga memastikan layanan berjalan tertib.


Bus perpustakaan itu datang bersama 10 orang kru yang terdiri atas petugas layanan perpustakaan dan mahasiswa magang. Mereka melayani para siswa sejak pagi dengan sabar, membimbing pelajar yang baru pertama kali mengenal sistem layanan perpustakaan bergerak.


Di hadapan para siswa, Kepala SMP Negeri 3 Puger, Mohamad Solikin, menyebut kedatangan perpustakaan keliling sebagai “tamu spesial” yang membawa semangat baru bagi sekolah.


“Hari ini kita kedatangan tamu spesial dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Pemerintah Kabupaten Jember. Mereka membuka gerbang ilmu baru dan mengajak kita semua untuk mencintai membaca,” katanya.


Ia kemudian mengajak para siswa menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari.


“Baca, renungkan, dan wujudkan impian. Perpustakaan adalah sumber inspirasi kita. Buku adalah sahabat sejati. Mari menjadikan membaca sebagai teman setia di jalan kesuksesan,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jember, Kyrin Leda Wardhani, mengatakan program perpustakaan keliling menjadi salah satu cara memperluas akses literasi hingga ke wilayah pelosok Kabupaten Jember.


“Melalui kegiatan perpustakaan keliling ini, kami berupaya meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus memperluas jangkauan layanan perpustakaan hingga ke wilayah pelosok,” katanya.


Tepat pada 20 Mei, saat bangsa ini mengenang Hari Kebangkitan Nasional, suasana kebangkitan itu terasa hidup di halaman SMPN 3 Puger. Bukan lewat upacara besar, melainkan melalui lembar-lembar buku yang dibuka penuh rasa ingin tahu oleh para siswa di sekolah pesisir.


Menjelang siang, halaman sekolah perlahan kembali lengang. Namun bagi Valentina dan teman-temannya, pagi itu meninggalkan sesuatu yang lebih lama bertahan daripada sekadar keramaian kunjungan.


Dari sebuah bus perpustakaan keliling, semangat itu menjalar pelan bahwa ilmu pengetahuan tetap menjadi jalan penting untuk membangkitkan harapan, serta masa depan anak-anak hingga pelosok selatan Jember.


Dan di sekolah pesisir itu, sebuah bus buku telah membuka gerbang ilmu bagi para siswa untuk melihat dunia yang lebih luas, melalui halaman-halaman yang mereka baca sendiri. (Adv/Tahrir