Wabup Bone Buka Rapat Teknis Aksi Konvergensi Stunting 2026, Perkuat Pelaporan Melalui Web Bangda -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Wabup Bone Buka Rapat Teknis Aksi Konvergensi Stunting 2026, Perkuat Pelaporan Melalui Web Bangda

Berita Bersatu
08 Maret 2026

 Wabup Bone Buka Rapat Teknis Aksi Konvergensi Stunting 2026


BERITABERSATU.COM, BONEWakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, membuka Rapat Teknis Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 (Web Monitoring Bangda) yang digelar di Gedung PKK Watampone, Senin (9/3/2026).


Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Petunjuk Teknis Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pemerintah Daerah dalam Upaya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025–2029. Melalui rapat teknis ini, Pemerintah Kabupaten Bone juga melakukan sosialisasi terkait petunjuk teknis aksi konvergensi sekaligus penggunaan Aplikasi Web Aksi Bangda milik Kementerian Dalam Negeri sebagai sistem pelaporan pelaksanaan program penurunan stunting tahun 2026.


Kepala Bappeda Kabupaten Bone, A. Yusuf, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan tim Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan yang sebelumnya melakukan koordinasi terkait pelaksanaan aksi konvergensi stunting di daerah.


Menurutnya, rapat teknis ini menjadi momentum penting untuk memberikan pemahaman yang sama kepada seluruh pihak terkait mengenai mekanisme pengisian dan pelaporan data melalui sistem Web Bangda.


“Dalam kegiatan ini nantinya akan dijelaskan secara rinci langkah-langkah pengisian data pada sistem Web Bangda sesuai dengan petunjuk penggunaan Aplikasi Web Aksi Konvergensi yang telah diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri pada Desember 2025. Kami berharap seluruh peserta dapat memahami alur penginputan data dengan baik sehingga pelaporan yang dilakukan dapat berjalan lebih sistematis, akurat, dan tepat waktu,” ujar Yusuf.


Ia juga menekankan pentingnya komitmen dan kerja sama seluruh perangkat daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, agar pelaksanaan aksi konvergensi stunting tahun 2026 dapat berjalan optimal.


“Keberhasilan pelaksanaan aksi konvergensi ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Karena itu kami berharap seluruh pihak yang terlibat dapat bersinergi dalam menyediakan dan menginput data secara lengkap sesuai kebutuhan sistem Web Bangda, sehingga proses monitoring dan evaluasi dapat dilakukan dengan lebih efektif,” tambahnya.


Sementara itu, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Bone dalam arahannya menyampaikan bahwa Web Bangda akan menjadi instrumen penting bagi pemerintah pusat dalam melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program penanggulangan stunting di daerah.


“Web Bangda ini menjadi salah satu instrumen penting yang digunakan pemerintah pusat untuk memantau sejauh mana pelaksanaan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting di daerah. Oleh karena itu, data yang diinput harus benar-benar valid, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan karena akan menjadi dasar dalam proses evaluasi serta pengambilan kebijakan di tingkat nasional,” kata Andi Akmal.


Ia menambahkan bahwa proses pengumpulan data tidak hanya melibatkan perangkat daerah, tetapi juga unsur di tingkat kecamatan, puskesmas, hingga penyuluh keluarga berencana (PKB). Bahkan data yang dibutuhkan harus tersedia hingga tingkat kelurahan dan desa.


“Data yang dibutuhkan dalam sistem ini cukup detail karena sampai pada level kelurahan dan desa. Oleh karena itu, keterlibatan kecamatan, puskesmas, serta para penyuluh KB sangat diperlukan untuk memastikan seluruh data dapat terinput dengan baik. Data tersebut nantinya akan menjadi bahan kerja bagi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bone dalam menyusun rencana aksi dan program kegiatan yang lebih terarah dan tepat sasaran,” jelasnya.


Pemerintah Kabupaten Bone sendiri menunjukkan perkembangan positif dalam upaya menekan angka stunting. Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di Kabupaten Bone mengalami penurunan dari 25,3 persen pada 2023 menjadi 21,9 persen pada 2024.


Capaian tersebut turut mengantarkan Kabupaten Bone meraih peringkat ketiga terbaik dalam penanganan stunting di Provinsi Sulawesi Selatan pada akhir 2025.


Melalui rapat teknis ini, Wakil Bupati Bone berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar program penanganan stunting di daerah dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.


Rapat tersebut dihadiri perwakilan perangkat kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, serta sejumlah unsur terkait yang memiliki peran penting dalam penyediaan dan pengelolaan data untuk penginputan dalam sistem konvergensi yang dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri.


Laporan : Suparman Warium