Didampingi Bupati Luwu Utara, Deputi BNPB Pantau Pengungsi dan Infrastruktur Rusak Akibat Banjir -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Didampingi Bupati Luwu Utara, Deputi BNPB Pantau Pengungsi dan Infrastruktur Rusak Akibat Banjir

Berita Bersatu
01 Juni 2026

 Bupati Luwu Utara Dampingi Deputi BNPB Pantau Pengungsi dan Infrastruktur Rusak Akibat Banjir


LUWU UTARA, BB – Kepala Deputi Logistik dan Peralatan (LDP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Andi Eviana, melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak banjir di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Minggu (31/5/2026).


Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung kondisi pascabencana sekaligus memastikan penanganan darurat bagi warga terdampak berjalan cepat, efektif, dan tepat sasaran.


Dalam peninjauan itu, Andi Eviana didampingi Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, bersama unsur Forkopimda. 


Rombongan meninjau posko pengungsian, dapur umum, serta sejumlah titik infrastruktur yang mengalami kerusakan, termasuk tanggul sungai yang jebol dan menjadi salah satu penyebab utama banjir.


Saat berdialog dengan warga, Andi Eviana menegaskan pentingnya percepatan distribusi bantuan logistik serta pembangunan akses darurat pada fasilitas vital yang terdampak.


Menurutnya, perbaikan tanggul sungai menjadi prioritas utama karena kerusakan tersebut menyebabkan luapan air yang terus menggenangi permukiman warga.


"Dengan adanya peninjauan langsung di lokasi melihat titik tanggul yang jebol, ini menjadi perhatian serius. Kita akan melakukan asesmen dan menginventarisasi seluruh kebutuhan yang harus segera dilakukan dalam penanganan banjir ini," ujar Andi Eviana kepada awak media.


Sebagai langkah penanganan darurat, BNPB telah menyiapkan 2.000 unit geobag untuk memperkuat tanggul sementara. Selain itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Luwu Utara segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai yang memiliki kewenangan dalam penanganan infrastruktur sungai.


"Kami menyarankan agar segera dilakukan rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai, karena persoalan ini sangat urgen dan harus segera diselesaikan," katanya.


Hasil kunjungan lapangan tersebut, lanjut Andi Eviana, akan dilaporkan kepada pimpinan BNPB di Jakarta sebagai dasar pengambilan langkah lanjutan dalam penanganan banjir di Luwu Utara.


Sebelumnya, banjir melanda enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara akibat tingginya curah hujan dan jebolnya tanggul di bantaran Sungai Rongkong pada 11 Mei 2026 lalu. Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah, bahkan dua dusun di desa tersebut terpaksa dikosongkan karena terendam banjir.


Data sementara menunjukkan tiga kecamatan dengan jumlah warga terdampak terbesar adalah Kecamatan Malangke sebanyak 1.999 kepala keluarga (KK), Kecamatan Malangke Barat sebanyak 805 KK, dan Kecamatan Baebunta Selatan sebanyak 438 KK. 


"Pemerintah bersama BNPB kini terus berupaya mempercepat penanganan darurat sekaligus mencari solusi jangka panjang untuk mencegah banjir serupa kembali terjadi," pungkasnya. (Kaisar)