Petani Tambak di Panyula dan Toro Keluhkan Minimnya Bantuan Pascabanjir -->
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Petani Tambak di Panyula dan Toro Keluhkan Minimnya Bantuan Pascabanjir

Berita Bersatu
13 Mei 2026

Ilustrasi


Beritabersatu.com, Bone — Sejumlah petani tambak di Kelurahan Panyula dan Kelurahan Toro mengeluhkan minimnya perhatian serta bantuan pemerintah pascabanjir yang melanda wilayah mereka. Para petani mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat rusaknya tambak ikan dan budidaya rumput laut jenis sango-sango.


Salah seorang petani tambak berinisial K mengatakan, banjir yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan hasil budidaya ikan di tambak mengalami kerusakan parah. Menurutnya, kondisi tambak pascabanjir menunjukkan banyak ikan mati dan tersisa dalam jumlah sangat sedikit.


“Ikan di sawah kami temukan hanya dua sampai empat ekor. Ini menandakan bahwa petani tambak empang merugi akibat pascabanjir ini,” ujar K kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).


Selain ikan tambak, kerusakan juga terjadi pada budidaya rumput laut sango-sango. K menjelaskan, air hujan yang bercampur banjir menyebabkan rumput laut berubah warna dan tidak lagi memiliki nilai jual.


“Rumput laut langsung berubah bentuk menjadi putih setelah terkena air hujan pascabanjir, sehingga kerugian kami tidak sedikit,” katanya.


Para petani tambak berharap adanya perhatian serius dari pemerintah setempat, khususnya terkait pendataan kerugian dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.


Mereka juga mengaku kecewa terhadap Pemerintah Kelurahan Panyula dan Pemerintah Kelurahan Toro karena dinilai belum memberikan bantuan maupun langkah nyata kepada petani tambak empang dan pembudidaya rumput laut sango-sango.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah kelurahan terkait keluhan para petani tambak tersebut.


Laporan : Suparman Warium