![]() |
| Suasana Final Lomba Kultum Kepala Sekolah di Sinjai |
BERITABERSATU, SINJAI — Kemeriahan memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Sinjai benar-benar terasa berbeda tahun ini. Kemeriahan itu memuncak pada malam Grand Final Lomba Kultum antar-Kepala Sekolah yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai di D’Simple Cafe Sinjai, Selasa (19/5/2026) malam.
Acara yang berlangsung penuh antusiasme ini sukses menyedot perhatian publik. Ratusan penonton dari berbagai kalangan insan pendidikan se-Kabupaten Sinjai memadati lokasi acara untuk memberikan dukungan langsung kepada para kepala sekolah andalan mereka yang berlaga di babak final, mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP.
Saking membeludaknya penonton, arus lalu lintas di Jalan Baso Kalaka tepat di depan lokasi acara sempat mengalami kemacetan panjang akibat padatnya kendaraan roda dua dan roda empat milik pengunjung yang parkir dan melintas.
Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas partisipasi dan semangat seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari pemenang, melainkan sebuah wadah strategis dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan.
"Acara ini menjadi bukti nyata bahwa Hardiknas tidak hanya diperingati dengan kegiatan formal, tetapi juga dengan aktivitas yang mampu menyatukan seluruh elemen pendidikan dalam suasana penuh kekeluargaan," ungkap Irwan Suaib.
Lomba kultum kali ini mengusung tema yang sangat relevan dengan dunia pendidikan, yaitu "Rukun Sama Teman".
Sebelum berhasil menembus panggung grand final, perjuangan para peserta ternyata tidak mudah. Proses seleksi berjalan cukup ketat melalui beberapa tahapan diantaranya Tahap Digital, dimana Seluruh kepala sekolah dari semua satuan pendidikan di Sinjai diwajibkan membuat video kultum kreatif. Selanjutnya Tahap Publikasi, Video tersebut kemudian diunggah ke akun media sosial masing-masing sekolah sebagai bentuk syiar digital.
Kemudian Tahap Penjurian, Tim juri yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Sinjai melakukan kurasi ketat dan menyaring hingga menyisakan 10 peserta terbaik dari setiap jenjang satuan pendidikan untuk tampil langsung di malam final.
Kemeriahan malam final ini membuktikan bahwa para kepala sekolah di Sinjai tidak hanya piawai dalam memimpin manajemen sekolah, tetapi juga memiliki kemampuan retorika dan dakwah yang luar biasa di hadapan publik. (**)


